Home Balap Motor Regulasi Ketat SIC Ohvale Junior Championship, Fiandra Reja dan Firza Angkasa Fokus Skill

Regulasi Ketat SIC Ohvale Junior Championship, Fiandra Reja dan Firza Angkasa Fokus Skill

by D 14 N
Regulasi Ketat SIC Ohvale Junior Championship, Fiandra Reja dan Firza Angkasa Fokus Skill

RODABALAP.COM ; Ada sisi menarik dari kiprah Fiandra Reja dan Firza Angkasa bersama Bali Queen Racing Team di ajang SIC Ohvale Junior Championship yang berlangsung di Sepang Karting International Circuit, Malaysia.

Bukan hanya mengenai posisi finis ataupun catatan waktu yang menjadi perhatian. Bagi dua pembalap muda tersebut, balapan di Sepang menjadi pengalaman penting untuk mengasah kemampuan ketika mereka harus berkompetisi dengan ruang yang sangat terbatas dalam melakukan perubahan terhadap performa motor.

Baca Juga : Dua Saudara, Satu Mimpi! Fiandra dan Firza Siap Taklukkan Sepang di MotoMini Malaysia

Bos Alvin, ayah Fiandra dan Firza sekaligus pemilik Bali Queen Racing Team, menjelaskan bahwa regulasi dalam kejuaraan tersebut membatasi pembalap dalam melakukan perubahan setting motor.

Beberapa aspek seperti setelan kopling, shock, ukuran dan tekanan ban hingga penggunaan ban tidak bisa diubah secara bebas. Bahkan perubahan pada gear ratio juga memiliki batasan yang cukup ketat.Regulasi Ketat SIC Ohvale Junior Championship, Fiandra Reja dan Firza Angkasa Fokus Skill

Beberapa aspek seperti setelan kopling, shock, ukuran dan tekanan ban hingga penggunaan ban tidak bisa diubah secara bebas. Bahkan perubahan pada gear ratio juga memiliki batasan yang cukup ketat.

Pembalap hanya diperbolehkan menaikkan satu gear atau menurunkan satu gear. Itu pun harus disertai dengan alasan yang masuk akal sesuai kebutuhan balapan.

Dengan regulasi tersebut, pembalap tidak memiliki banyak ruang untuk mencari keuntungan melalui perubahan setting motor. Kondisi ini membuat kemampuan rider menjadi salah satu faktor penting yang terlihat sepanjang persaingan.

“Balap di Malaysia ini sangat memberikan pembelajaran untuk Fiandra dan Firza karena tidak mengandalkan motor, melainkan murni skill pembalap,” jelas Alvin.

Baca Juga : UNDHA AUB Surakarta Siapkan UKM Balap Motor, Debut di Dandim Cup Road Race 2026

Situasi tersebut membuat setiap detail kemampuan pembalap menjadi semakin penting. Mulai dari menentukan titik pengereman, memilih racing line, menjaga kecepatan saat memasuki tikungan hingga menentukan momentum yang tepat ketika keluar dari tikungan.

Kemampuan membuka throttle juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Pembalap harus mampu menjaga ritme dan mempertahankan kecepatan dari satu lap ke lap berikutnya.

Dalam kondisi motor yang relatif dibatasi regulasi, kesalahan kecil dalam teknik berkendara dapat berpengaruh terhadap performa di lintasan. Karena itu, pembalap dituntut memiliki konsistensi, feeling terhadap motor, serta kemampuan membaca kondisi lintasan.

Bagi Fiandra Reja dan Firza Angkasa, pengalaman di Sepang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka sebagai pembalap muda. Kompetisi dengan regulasi yang membatasi perubahan motor memberikan kesempatan bagi keduanya untuk lebih memahami bahwa performa di lintasan tidak hanya ditentukan oleh mesin dan setting, tetapi juga oleh kemampuan rider.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal berharga bagi Fiandra dan Firza untuk menghadapi berbagai kompetisi berikutnya dengan kemampuan teknik dan pengalaman balap yang semakin matang. Pada Race 1, Fiandra mampu mencatat waktu 57,5 detik dan finis di posisi ke-7 rombongan kedua.

You may also like

Leave a Comment