rodabalap.com
  • HOME
  • Balap Motor
    • Motocross
    • Off Road
    • Drag Bike
    • Road Race
    • Hasil Lomba
  • INFO BALAP
    • Mobil
    • Drag Bike
    • Road Race
    • Off Road
  • MotoGP
  • MXGP News
  • Modifikasi
    • Road Race
    • Drag Bike
    • Off Road
  • MOTOR
  • More
    • Produk Racing
  • Contact
Superchallenge Superprix Malang 2026 Sukses Digelar, Sirkuit Kanjuruhan Uji Skill Pembalap dan Mekanik
Balap MotorRoad Race

Superchallenge Superprix Malang 2026 Sukses Digelar, Sirkuit Kanjuruhan Uji Skill Pembalap dan Mekanik

by D 14 N 29 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Superchallenge Superprix 2026 Seri 3 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 26–27 Juni 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit di lintasan. Karakter sirkuit yang unik justru menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap dan mekanik dalam mempersiapkan motor agar mampu tampil kompetitif sepanjang balapan.

Sirkuit non permanen yang memiliki panjang sekitar 900 meter tersebut dirancang dengan total 11 tikungan, terdiri dari tujuh tikungan kiri dan empat tikungan kanan. Layout yang padat membuat setiap pembalap dituntut menjaga ritme sekaligus menentukan racing line yang presisi di setiap putaran.

Baca Juga : SAE Racing Team Jadikan Superprix Malang Bekal Menuju Hasil Lebih Baik

Selain konfigurasi tikungannya, tantangan terbesar datang dari kondisi permukaan lintasan yang menggunakan kombinasi aspal lama dan aspal baru. Perbedaan karakter permukaan tersebut membuat grip ban berubah di beberapa sektor sehingga tim harus bekerja ekstra dalam menentukan setelan suspensi maupun pengaturan motor secara keseluruhan.

Mariachi Gunawan dari Genta Auto & Sport selaku Ketua Penyelenggara Superchallenge Superprix 2026 mengatakan, layout sirkuit memang dirancang untuk memberikan tantangan baru bagi seluruh peserta agar persaingan semakin menarik.Superchallenge Superprix Malang 2026 Sukses Digelar, Sirkuit Kanjuruhan Uji Skill Pembalap dan Mekanik

“Layout ini sudah kami maksimalkan dengan panjang sekitar 900 meter, dengan lebar 10 meter untuk area start sampai R1, sementara sisanya kombinasi 8 sampai 10 meter,” ujarnya.

Menurutnya, perpaduan tujuh tikungan kiri dan empat tikungan kanan dipilih untuk menguji kemampuan pembalap sekaligus kecermatan tim mekanik dalam menyesuaikan karakter motor dengan kondisi lintasan.

Baca Juga : Pak Ndut Beberkan Racikan Motor Ragazo Kausar di Super Challenge Superprix 2026

“Ada tujuh tikungan kiri dan empat tikungan kanan. Yang membedakan, sebagian lintasan masih menggunakan aspal lama, sementara sebagian lainnya baru selesai diaspal. Kondisi itu membuat setting suspensi menjadi tantangan karena karakter permukaan lintasannya berbeda,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, proses pencarian setup motor menjadi salah satu faktor penentu hasil balapan. Mekanik harus mampu menemukan kompromi terbaik agar motor tetap stabil saat melintasi sektor beraspal lama maupun baru, sementara pembalap dituntut cepat beradaptasi dengan perubahan grip yang terjadi di setiap bagian lintasan.

29 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
SAE Racing Team Jadikan Superprix Malang Bekal Menuju Hasil Lebih Baik
Balap MotorRoad Race

SAE Racing Team Jadikan Superprix Malang Bekal Menuju Hasil Lebih Baik

by D 14 N 28 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; SAE Racing Team kembali menunjukkan komitmennya di dunia balap motor nasional dengan ambil bagian dalam Super Challenge Superprix Seri 3 yang berlangsung di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 26–27 Juni 2026. Meski menghadapi persiapan yang terbilang singkat, tim tetap mampu mencatatkan hasil positif melalui pembalap andalannya, Febrian M. Yusuf.

Pada putaran ketiga tersebut, Febrian tampil kompetitif di dua kelas sekaligus. Ia berhasil finis di posisi kelima pada kelas Bebek 4 Tak 130 cc Tune Up Novice dan kembali mengamankan posisi kelima pada kelas Bebek 4 Tak 150 cc Tune Up Novice. Hasil tersebut menjadi pencapaian yang cukup membanggakan mengingat persiapan tim yang belum maksimal.

Baca Juga : Wawan Tembong Juara Bebek 2T Standart 125cc Ex Rider di TMRRC 2026 Boyolali, SAE Racing Team Tampil Dominan

Manajer SAE Racing Team, Candra Gunawan, mengatakan bahwa keikutsertaan di seri Malang menjadi ajang evaluasi sekaligus pengalaman berharga bagi seluruh tim untuk menghadapi putaran-putaran selanjutnya.

“Persiapan kami memang masih minim. Namun hasil ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk menghadapi seri berikutnya. Tentunya dengan persiapan yang lebih baik lagi, kami optimistis dapat meraih hasil terbaik,” ujar Candra Gunawan.

Baca Juga : SAE Racing Team Bersinar, Umar Bule Pimpin Kualifikasi Bebek 4T Standar 150cc Beginner di Boyolali

Menurutnya, hasil yang diraih Febrian menunjukkan bahwa tim memiliki potensi untuk bersaing dengan para kompetitor di kelas novice. Berbagai evaluasi akan dilakukan, mulai dari peningkatan performa motor, strategi balap, hingga kesiapan pembalap agar mampu tampil lebih kompetitif pada seri berikutnya.

28 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
BKA Purwodadi Siap Raih Juara di Superchallenge Super Prix Seri 4 Surabaya
Balap MotorRoad Race

Pak Ndut Beberkan Racikan Motor Ragazo Kausar di Super Challenge Superprix 2026

by D 14 N 28 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Pembalap Ragazo Kausar berhasil mencatatkan hasil membanggakan pada kelas Bebek 4 Tak 130 cc Tune Up Novice dalam gelaran Super Challenge Superprix 2026 putaran Malang yang berlangsung di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Ajang balap bergengsi yang dikemas oleh Genta Auto & Sport tersebut menjadi panggung bagi para pebalap muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Performa Ragazo di lintasan tidak terlepas dari racikan teknis yang dipersiapkan tim. Pak Ndut, mekanik asal Pati yang menangani motor Yamaha Jupiter Z 5TP, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah perubahan pada sektor transmisi dan mesin guna menyesuaikan karakter Sirkuit Kanjuruhan yang membutuhkan akselerasi halus namun tetap bertenaga.

Pak Ndut Beberkan Racikan Motor Ragazo Kausar di Super Challenge Superprix 2026

Pak Ndut (kiri) dan Bp. Marcel (kanan)

Pada sektor rasio transmisi, tim menggunakan kombinasi rasio gigi pertama 13/33, gigi kedua 18/31, gigi ketiga masih standar, serta gigi keempat 21/26. Sementara itu, final gear mengandalkan kombinasi gir depan 13 dan gir belakang 43 untuk menghasilkan akselerasi yang optimal.

Selain transmisi, penyetelan mesin juga menjadi perhatian utama. Kompresi mesin disetel pada angka 14,6:1 dengan dukungan karburator PWK 24, pilot jet 45, dan main jet 105. Menurut Pak Ndut, konfigurasi tersebut dipilih agar karakter tenaga motor lebih halus sehingga sesuai dengan gaya balap Ragazo.

Baca Juga : Superchallenge Superprix 2026 Putaran 3 di Kanjuruhan, Tantangan Baru yang Siap Ubah Peta Persaingan

“Dengan karakter Sirkuit Kanjuruhan, Ragazo meminta motor yang memiliki power smooth. Karena itu kompresi kami mainkan di angka 14,6:1 menggunakan karburator PWK 24, pilot jet 45, dan main jet 105,” jelas Pak Ndut.

Di sisi lain, Marcel selaku owner Buana Karya Andalan (BKA) mengungkapkan bahwa tim telah menyiapkan program kompetisi yang lebih serius sepanjang musim 2026. BKA memastikan akan mengikuti seluruh putaran Super Challenge Superprix 2026 bersama Ragazo Kausar sebagai pembalap utama.

“Untuk tahun ini kami akan tampil full series di Super Challenge Superprix 2026 bersama pembalap Ragazo Kausar. Sedangkan untuk event Manahadap, pembalap yang akan diturunkan masih melihat situasi,” ungkap Marcel.

Baca Juga : Usai Raih Double Juara di TMRRC 2026, Umar Bule Siap Hadapi Sengitnya Kejurnas Motorprix

Keikutsertaan secara penuh di musim kompetisi 2026 menjadi bukti keseriusan Buana Karya Andalan (BKA) dalam membangun prestasi di dunia balap motor nasional. Dengan dukungan mekanik berpengalaman, paket motor yang kompetitif, serta performa Ragazo Kausar yang terus berkembang, tim optimistis mampu bersaing memperebutkan hasil terbaik pada setiap putaran Super Challenge Superprix 2026.

28 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
AMRF Kembali Eksis di Super Challenge Superprix Putaran 3 Malang
Balap MotorRoad Race

AMRF Kembali Eksis di Super Challenge Superprix Putaran 3 Malang

by D 14 N 28 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Nama Anugrah Mandiri Racing Team (AMRT) sudah tidak asing lagi di dunia balap motor nasional. Tim yang telah lama berkiprah di berbagai ajang balap tersebut kembali menunjukkan eksistensinya dengan ambil bagian pada Super Challenge Superprix putaran ke-3 yang berlangsung di Sirkuit Kanjuruhan, Malang, akhir prkan kemarin (26-27/06/2026).

Di bawah komando Rio, Anugrah Mandiri Racing Team menurunkan pembalap Roby untuk bersaing dengan para pebalap terbaik yang tampil pada seri tersebut. Meski persiapan menuju balapan terbilang singkat, tim tetap berkomitmen untuk kembali hadir di lintasan dan menjaga eksistensinya di dunia balap motor.

Baca Juga : AMRF: Tim yang Membuat Gebrakan di Kejurnas Motorprix Regional B

AMRF Kembali Eksis di Super Challenge Superprix Putaran 3 Malang

Rio mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu menjadi tantangan utama dalam menghadapi putaran kali ini. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap berpartisipasi dan memberikan penampilan terbaik.

“Persiapan sebelum event minim sekali. Yang penting kita tetap eksis di dunia balap motor. Untuk selanjutnya apakah kita akan ikut balap lagi, kita lihat situasi dulu,” ujar Rio.

Baca Juga : Prestasi Luar Biasa AMRF Sapta Jaya VND G77 ADD Koizumi Bersama Aldiaz Aqsal

Keikutsertaan Anugrah Mandiri Racing Team di Super Challenge Superprix putaran ke-3 menjadi bukti bahwa semangat untuk terus berkompetisi masih tetap terjaga. Meski belum memastikan agenda balap berikutnya, tim akan terus mengevaluasi kondisi dan peluang yang ada sebelum menentukan langkah selanjutnya.

28 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Superchallenge Superprix 2026 Putaran 3 di Kanjuruhan, Tantangan Baru yang Siap Ubah Peta Persaingan
Balap MotorRoad Race

Superchallenge Superprix 2026 Putaran 3 di Kanjuruhan, Tantangan Baru yang Siap Ubah Peta Persaingan

by D 14 N 23 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Persaingan Superchallenge Superprix 2026 dipastikan semakin panas memasuki putaran ketiga yang akan digelar di Sirkuit Non Permanen Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 26–27 Juni 2026. Setelah dua seri sebelumnya menghadirkan duel ketat antar pembalap papan atas, seri kali ini diprediksi menjadi salah satu ronde paling krusial dalam perebutan poin kejuaraan.

Penggunaan lintasan baru di Stadion Kanjuruhan menjadi faktor utama yang berpotensi mengubah peta persaingan. Minimnya data dan referensi membuat seluruh tim harus memulai dari nol dalam memahami karakter trek. Kondisi ini menjadikan sesi latihan bebas sebagai momen penting untuk membaca arah persaingan sejak awal akhir pekan.

Para pembalap tidak hanya dituntut untuk tampil cepat, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap karakter lintasan yang belum familiar. Setiap tikungan, titik pengereman, hingga perubahan grip permukaan harus dipelajari secara detail dalam waktu yang terbatas.

Baca Juga : Superchallenge Superprix 2026 Boyolali Makin Bergengsi, Bukti Konsisten Dukung Perkembangan Road Race Indonesia

Kemampuan menemukan racing line ideal akan menjadi kunci utama. Pembalap yang lebih cepat memahami karakter sirkuit berpotensi besar unggul dalam sesi kualifikasi maupun balapan utama. Kesalahan kecil dalam adaptasi bisa berakibat hilangnya waktu penting di lintasan.

Di sisi teknis, peran mekanik juga menjadi sangat vital. Mereka harus bekerja ekstra untuk menemukan setting motor yang paling sesuai dengan kondisi sirkuit. Penyesuaian pada sektor suspensi, karakter mesin, hingga rasio transmisi akan menjadi faktor penentu performa di lintasan yang masih “abu-abu” ini.

Di sisi teknis, peran mekanik juga menjadi sangat vital. Mereka harus bekerja ekstra untuk menemukan setting motor yang paling sesuai dengan kondisi sirkuit. Penyesuaian pada sektor suspensi, karakter mesin, hingga rasio transmisi akan menjadi faktor penentu performa di lintasan yang masih “abu-abu” ini.

Baca Juga : Superchallenge Superprix 2026 Boyolali: Alfi Husni, Willy Hammer dan Rider Elite Siap Bertarung di Seri 2

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga dapat menambah tingkat kesulitan balapan. Sebagai sirkuit non permanen yang berada di area stadion, perubahan kondisi permukaan lintasan bisa terjadi sewaktu-waktu dan memengaruhi strategi tim secara keseluruhan.

Situasi ini membuka peluang terjadinya kejutan di setiap kelas. Pembalap yang mampu beradaptasi lebih cepat dan tim yang paling tepat dalam menentukan setting motor berpeluang besar mencuri hasil maksimal, meski sebelumnya tidak diunggulkan.

23 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Angel MX Team Bali Jalani Penetrasi Senyap, Vivi dan Boy Darmanta Terus Asah Kemampuan
Balap MotorMotocross

Angel MX Team Bali Jalani Penetrasi Senyap, Vivi dan Boy Darmanta Terus Asah Kemampuan

by D 14 N 23 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Perjalanan menuju puncak prestasi tidak selalu ditempuh dengan langkah yang mencolok. Hal itulah yang saat ini sedang dijalankan Angel MX Team Bali. Tim yang dipimpin Adi Darmanta tersebut terus fokus membangun kualitas pembalap melalui program latihan intensif dan keikutsertaan rutin dalam berbagai kejuaraan motocross di Indonesia.

Strategi tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang yang dapat disebut sebagai penetrasi senyap. Tanpa banyak sorotan, Angel MX Team Bali secara konsisten mengirimkan para pembalapnya untuk bersaing di berbagai event guna mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding.

Baca Juga : WGTS39 dan Java Race Hadirkan Aksi Seru Grasstrack Nasional di Sirkuit Goro Assallam

Vivi Darmanta dan Boy Darmanta menjadi dua crosser yang saat ini mendapatkan perhatian khusus dalam program pengembangan tim. Keduanya terus didorong untuk memperbanyak jam terbang dengan menghadapi langsung para pembalap terbaik dari berbagai daerah.

Bagi Angel MX Team Bali, mengikuti kejuaraan bukan semata-mata mengejar podium. Lebih dari itu, setiap balapan dijadikan sebagai sarana evaluasi untuk mengetahui perkembangan pembalap dan performa motor yang digunakan.

“Dengan sering mengikuti kejuaraan, pembalap jadi memahami performa motor ketika bersaing dengan lawan. Demikian juga soal timing, kapan saatnya brutal dan kapan harus bermain aman, semuanya menjadi lebih terukur,” terang Om Kame sering dipanggil Kame Suspension yang dipercaya menjadi mentor Vivi Darmanta dan Boy Darmanta.

Baca Juga : Hadapi Diva Ismayana dan Hilman Maksum, Ivan Valrossi Tembus Tiga Besar MX Open

Menurut Om Kame, pengalaman bertanding memiliki peran penting dalam membentuk insting balap seorang pembalap. Dari kompetisi, pembalap dapat belajar membaca karakter lawan, memahami kondisi lintasan, serta menentukan strategi yang tepat dalam setiap situasi perlombaan.

Pendekatan yang diterapkan Angel MX Team Bali juga menjadi bukti keseriusan Adi Darmanta dalam membangun regenerasi crosser asal Pulau Dewata. Dengan pembinaan yang berkesinambungan dan terukur, tim berharap para pembalapnya mampu berkembang secara bertahap hingga siap bersaing di level yang lebih tinggi.

23 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Hadapi Diva Ismayana dan Hilman Maksum, Ivan Valrossi Tembus Tiga Besar MX Open
Balap MotorMotocross

Hadapi Diva Ismayana dan Hilman Maksum, Ivan Valrossi Tembus Tiga Besar MX Open

by D 14 N 23 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Gelaran Java Race Kejurnas Grasstrack Regional B Seri 1 yang berlangsung di Sirkuit Goro Assalam, Surakarta, akhir pekan lalu, menjadi ajang pembuktian bagi para crosser terbaik Tanah Air. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Ivan Valrossi yang turun di kelas bergengsi MX Open.

Pembalap yang sukses meraih gelar Juara Nasional MX 125cc tahun 2025 tersebut menghadapi tantangan besar saat harus bersaing dengan para pembalap senior berpengalaman. Di kelas MX Open, Ivan berhadapan langsung dengan nama-nama besar seperti Diva Ismayana dan Hilman Maksum yang sudah lama menjadi langganan podium di berbagai kejuaraan nasional.

Baca Juga : Imam Syafi’i Fokus Kembangkan Rivaldi Julian dan Reyno untuk Dominasi Motocross dan Grasstrack 2026

Meski menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, Ivan mampu menunjukkan performa yang cukup impresif. Selepas start, ia memilih tampil tenang dan fokus menjaga ritme balapan. Strategi tersebut terbukti efektif hingga akhirnya Ivan berhasil mengamankan posisi ketiga di tengah persaingan yang berlangsung ketat sejak lap awal.

Hasil podium ketiga ini menjadi pencapaian yang cukup berarti mengingat Ivan saat ini masih menjalani proses transisi dari kelas MX 125cc menuju MX 250cc. Perbedaan karakter motor serta tingkat kompetisi yang lebih tinggi membuat proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap muda berbakat tersebut.

“Ivan Valrossi masih dalam tahap adaptasi dari kelas MX 125cc ke MX 250. Untuk motor juga masih membutuhkan waktu guna menemukan setting terbaik,” ungkap Yoyok Wahyu Maniadi, orang tua Ivan Valrossi.

Baca Juga : WGTS39 dan Java Race Hadirkan Aksi Seru Grasstrack Nasional di Sirkuit Goro Assallam

Menurut Yoyok, tim saat ini masih terus melakukan evaluasi dan pengembangan pada sektor teknis motor agar dapat menemukan konfigurasi yang paling sesuai dengan gaya balap Ivan. Seiring berjalannya waktu, performa motor diharapkan semakin kompetitif sehingga mampu mendukung Ivan tampil lebih maksimal di setiap putaran.

 

23 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Imam Syafi’i Fokus Kembangkan Rivaldi Julian dan Reyno untuk Dominasi Motocross dan Grasstrack 2026
Balap MotorMotocross

Imam Syafi’i Fokus Kembangkan Rivaldi Julian dan Reyno untuk Dominasi Motocross dan Grasstrack 2026

by D 14 N 22 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Nama Imam Syafi’i atau yang lebih dikenal dengan Malabar Racework Semarang sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta motocross dan grasstrack. Kemampuannya dalam meracik sektor mekanikal maupun elektronik motor balap telah terbukti mampu menghasilkan performa kompetitif di berbagai kejuaraan.

Memasuki musim kompetisi 2026, kembali menunjukkan keseriusannya dalam berburu prestasi. Kali ini, Imam Syafi’i akan fokus menangani dua pembalap yang dipersiapkan untuk tampil di sejumlah kejuaraan bergengsi, yakni Rivaldi Julian dan Reyno.

Baca Juga : Wahyu Gareng Punya Solusi Atasi Sepinya Kejurnas Grasstrack Region B

Rivaldi Julian diproyeksikan untuk bertarung di kategori motocross kelas senior. Sementara itu, Reyno akan mendapat tantangan lebih besar dengan turun di dua disiplin sekaligus, yakni motocross dan grasstrack.

“Untuk Rivaldi Julian akan dimainkan di kejuaraan motocross. Sedangkan Reyno di motocross dan grasstrack,” ungkap Imam Syafi’i .

Guna mendukung performa kedua pembalap tersebut, beliau telah menyiapkan empat unit motor yang akan digunakan sesuai kebutuhan kelas perlombaan. Keempat motor tersebut terdiri dari Bebek Modif 130 cc, Sport 155 cc, Sport 180 cc, serta motor untuk kategori Free For All (FFA).

Baca Juga : WGTS39 dan Java Race Hadirkan Aksi Seru Grasstrack Nasional di Sirkuit Goro Assallam

Tidak tanggung-tanggung, target tinggi pun dipasang untuk musim balap 2026. Imam Syafi’i berharap kerja keras tim selama masa persiapan dapat berbuah manis dengan raihan gelar juara di beberapa kelas yang diikuti.

“Untuk target sendiri sudah pastilah meraih juara di tiga kelas kategori perlombaan,” tegas Imam Syafi’i.

Kini, menarik untuk menantikan kiprah Rivaldi Julian dan Reyno di berbagai kejuaraan mendatang. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin keduanya akan menjadi salah satu pembalap yang paling diperhitungkan sepanjang musim 2026.

 

22 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Wahyu Gareng Punya Solusi Atasi Sepinya Kejurnas Grasstrack Region B
Balap MotorMotocross

Wahyu Gareng Punya Solusi Atasi Sepinya Kejurnas Grasstrack Region B

by D 14 N 22 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Gelaran Java Race Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region B putaran pertama yang berlangsung di Sirkuit Goro Assalam, Surakarta, akhir pekan lalu, menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, kejuaraan yang seharusnya menjadi ajang bergengsi pembuka musim sekaligus arena perebutan poin awal justru diwarnai minimnya jumlah peserta.

Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi pecinta balap garuk tanah. Sebagai kompetisi resmi tingkat nasional, Kejurnas Grasstrack selama ini dikenal sebagai wadah pembinaan pembalap muda sekaligus sarana mengukur kemampuan para rider terbaik dari berbagai daerah. Namun pada seri pembuka musim ini, atmosfer persaingan yang diharapkan belum terlihat maksimal akibat jumlah starter yang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga : Wahyu Gareng Punya Solusi Atasi Sepinya Kejurnas Grasstrack Region B

Fenomena tersebut menjadi sinyal bahwa olahraga grasstrack saat ini menghadapi tantangan besar untuk kembali menarik minat pembalap maupun tim balap. Padahal, seri perdana biasanya menjadi momentum penting bagi para pemburu gelar untuk mengamankan poin sebanyak mungkin sebelum menghadapi putaran-putaran berikutnya.

Wahyu Gareng Punya Solusi Atasi Sepinya Kejurnas Grasstrack Region B

Wahyu Gareng Owner WGTS

Melihat kondisi tersebut, Wahyu Gareng selaku owner WGTS 39 (Wahyu Gareng Training School 39) sekaligus penyelenggara event mencoba mencari solusi agar kejuaraan grasstrack kembali diminati. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengakomodasi pembalap grasstrack dan motocross dalam satu event guna memperluas partisipasi peserta.

“Makanya saya berusaha mengakomodir pembalap grasstrack dan motocross. Dengan maksud dan tujuan agar kejuaraan grasstrack kembali ramai,” ujar Wahyu Gareng.

Baca Juga : Kejurnas Motocross Kelana Sakti Putaran II 2026 Sukses Digelar di Karanganyar, Devan Racing Team Apresiasi Kualitas Sirkuit

Menurutnya, sinergi antara pembalap grasstrack dan motocross dapat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan jumlah peserta. Kedua disiplin balap tersebut memiliki karakter yang tidak jauh berbeda sehingga banyak rider yang mampu beradaptasi dan bersaing di lintasan.

Selain menambah jumlah starter, kehadiran pembalap motocross juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas persaingan. Dengan demikian, para penonton dapat menikmati sajian balapan yang lebih kompetitif dan menarik

Di sisi lain, kondisi sepinya peserta juga menjadi bahan evaluasi bagi seluruh stakeholder balap tanah. Mulai dari promotor, tim, klub hingga pengurus olahraga otomotif perlu bersama-sama mencari formulasi yang tepat agar Kejurnas Grasstrack kembali menjadi magnet bagi para pembalap.

Banyak pihak berharap langkah yang dilakukan Wahyu Gareng dapat menjadi awal kebangkitan balap garuk tanah di Indonesia, khususnya di Region B. Dengan konsep yang lebih terbuka dan mampu merangkul berbagai kalangan pembalap, bukan tidak mungkin Kejurnas Grasstrack kembali ramai peserta serta menjadi ajang pembinaan yang efektif bagi lahirnya talenta-talenta baru.

22 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
WGTS39 dan Java Race Hadirkan Aksi Seru Grasstrack Nasional di Sirkuit Goro Assallam
Balap MotorMotocross

WGTS39 dan Java Race Hadirkan Aksi Seru Grasstrack Nasional di Sirkuit Goro Assallam

by D 14 N 10 June 2026
written by D 14 N

RODABALAP.COM ; Wahyu Gareng Training School 39 (WGTS39) bersama Java Race siap menggelar Java Race Championship Kejuaraan Nasional Grasstrack Region 2 Putaran 1 di Sirkuit Goro Assallam, Surakarta, pada Sabtu – Minggu, 20–21 Juni 2026.

Event ini diprediksi menjadi salah satu ajang balap motor garuk tanah paling seru dan dinantikan pada pertengahan musim 2026. Selain menghadirkan persaingan sengit antar pembalap, kejuaraan ini juga berpotensi menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan dan kekayaan budaya daerah setempat.

Baca Juga : Panas Sejak Lap Pertama! Java Race Championship 2026 Round 1 Siap Guncang Sirkuit Mijen

Kolaborasi antara Java Race Championship, yang sebelumnya sukses menggelar seri perdana balap road race di Sirkuit Mijen, Semarang, dan WGTS39, yang sukses menyelenggarakan Kejurnas Motocross Putaran 2 di Karanganyar, diharapkan menghasilkan kemasan event yang profesional dan menghibur.

WGTS39 Organizer menegaskan, konsep “Move With The Heart” akan selalu menjadi landasan dalam setiap penyelenggaraan. Konsep ini menekankan inovasi, kreativitas, serta pelayanan terbaik bagi peserta dan penonton, dengan menghadirkan pengalaman balap yang berbeda dari biasanya.

Baca Juga : Dari Karburator ke Injeksi! Yamaha Jupiter 5TP Siap Tempur di Java Race Championship 2026 Round

Dengan lintasan yang menantang, persaingan ketat antar rider, dan konsep event yang inovatif, Java Race Championship Kejurnas Grasstrack Region 2 Putaran 1 diprediksi akan menjadi salah satu agenda otomotif terbesar di Jawa Tengah pada bulan Juni 2026.

Para pecinta grasstrack pun patut menantikan aksi-aksi spektakuler para pembalap dalam memperebutkan poin penting menuju persaingan Kejuaraan Nasional Region 2 musim 2026.

10 June 2026 0 comment
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Newer Posts
Older Posts
  • Facebook
  • Twitter

@2021 - All Right Reserved. Designed and Developed by PenciDesign


Back To Top
rodabalap.com
  • HOME
  • Balap Motor
    • Motocross
    • Off Road
    • Drag Bike
    • Road Race
    • Hasil Lomba
  • INFO BALAP
    • Mobil
    • Drag Bike
    • Road Race
    • Off Road
  • MotoGP
  • MXGP News
  • Modifikasi
    • Road Race
    • Drag Bike
    • Off Road
  • MOTOR
  • More
    • Produk Racing
  • Contact