RODABALAP.COM – Inilah motor Bebek 4 tak tu 200 cc (sleep engine) yang layak menyandang gelar ‘’Triple Kill’’. Di kejuaraan Gadhuro Dragbike Champ dan Indonesia Drag War, ramuan dari bengkel yang beralamat di Petung Kidul Magelang raih podium pertama. Terkini saat mengikuti Kawahara K2R Indonesia Dragbike Championship seri 1 Kebumen kembali menjadi yang terbaik dengan torehan waktu 07.367 detik lewat Wildan Kecil.
Catatan waktu yang di raih Wildan Kecil tersebut tak mampu dikejar, bahkan didekati oleh para rivalnya di kelas Bebek 4 tak tu 200 cc sleep engine. Bahkan roni Caplin yang mengisi posisi kedua dan Joko Percil sebgai pemenang ketiga.
“Sebenarnya kita mengandalkan tiga pembalap. Wildan Kecil, Arif Ucil Megantara dan Andri Setiawan. Andri Setiawan di dua event sebelumnya finish di urutan pertama. Sementara Arif Ucil di posisi kedua. Wildan Kecil baru di IDC bisa podium pertama,’’terang Chonk selaku mekanik dari tim Kawahara K2R LC 808 Daventa King Land.
Beliau juga menyebutkan untuk ukuran klep diameter k yang lebih besar yakni 34 mm (in) dan 29 (ex). Diakui oleh kliker Jupie 130 TU ini, diamter itu efektif untuk efisiensi volumetrik tenaga atas. Secara teori makin lebar payung klep gas bakar yang masuk ke silinder makin banyak memang begitu, lantaran suplai gas bakar pun naik.
Diameter klep yang membesar niscahya campuran udara dan bahan bakar debitnya meningkat. Durasi kem juga ikut. Sayang seribu sayang saat bersua penulis angka buka-tutupnya belum dijawab. Entahlah sengaja dirahasiakan.
Untuk perbandingan kompresi main di 13:1, secara keseluruhan tidak jauh berberbeda dengan sleep engine rival. Katanya perbandingan segitu untuk power bawah yang lumayan kuat. Kuatnya power tadi diimbangi dengan penggunaan karbu KRJ 37,5 dengan kombinasi main jet 128 dan pilot jet 60. Ok. D 14 N









