Dragbike Kajen 2020 Ninja Tu Tercepat Diawal Musim Kompetisi 06 759 Detik Shockbreaker Rcb 2
Erwin sredek yang turun bersama tim Bos Rayden M2 RRT PRK Creampie, menyentyh garis finish dengan torehan waktu 06.759 detik.

RODABALAP.COM –  Erwin sredek yang turun bersama tim Bos Rayden M2 RRT PRK Creampie, menyentyh garis finish dengan torehan waktu 06.759 detik.

Itu terjadi saat gelaran  Sukun Kingland TOP 1 ROB1 Drag Bike putaran perdana sirkuit alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan pekan kemarin (23/2) di kelas Free For All (FFA). Sekaligus menjadi rekor diawal musim kompetisi tahun 2020. Meski dibatasi hingga 350 cc, tapi kuda besi pacuan Erwin Sredek yang juga berhasil memimpin klasemen sementara, berkapasitas173,8 cc. Itu didapat dari piston 63 mm dan stroke yang berubah menjadi 55,8 mm. Praktis, batasan nilai kapasitas mesin yang disajikan makin memacu tuner mengejar best time lebih singkat.

Untuk sistem pengkabut bahan bakarnya andalkan Keihin PWK 41. Dengan kombiasi  spuyer pakai kombinasi main jet 70 dan pilot jet 158. “Seting karbu ini sudah pakem, jarang diubah-ubah kalau mau balap,” terang mekanik.

Dragbike Kajen 2020 Ninja Tu Tercepat Diawal Musim Kompetisi 06.759 Detik. Shockbreaker Rcb
Untuk sistem pengkabut bahan bakarnya andalkan Keihin PWK 41. Dengan kombiasi spuyer pakai kombinasi main jet 70 dan pilot jet 158

Untuk libas trek alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan, maka Shockbreaker RCB  juga jadi bagian penting. Shockbreaker RCB mampu menjalankan fungsinya di lintasan balap. Dengan pantulan baliknya sengaja disetel lama agar power awal akan berfungsi semuanya. Secara teknisnya begini, saat  gas dan udara dalam silinder dipadatkan volumenya (kompresi) menjadi memanjang, sokbreker memberikan kesempatan pada roda belakang untuk bekerja. Sokbrekernya sembari menekan ke lintasan. Grip tidak akan terpengaruh karena berlangsung dengan halus.

Dragbike Kajen 2020 Ninja Tu Tercepat Diawal Musim Kompetisi 06 759 Detik Shockbreaker Rcb 1
Shockbreaker RCB mampu menjalankan fungsinya di lintasan balap. Dengan pantulan baliknya sengaja disetel lama agar power awal akan berfungsi semuanya

Di dalam tabung sirkulasi olinya sudah diatur untuk tidak mengagetkan roda belakang. Singkatnya, rebound dan kompresi ada setelannya. Sebab tabung untuk kompresi dan rebound ada pada batang sokbreker bagian bawah, persis di bawah pegasnya. Perhatikan cating sokbrekernya yang memperlihatkan bagian dalamnya. Jika perhatikan lebih detail lagi, pengatur sirkulasi oli untuk kompresi diklaim mampu bisa menampung (tank) seluruh oli yang mejalar ke tabung lantas di manajemen.

Rebound boleh disetel pada batang sokbrekernya. Demikian juga dengan kompresi yang bisa disetel pada tabungnya. Body-nya juga kokoh agar tidak berubah oleh kerja sokbreker dalam tingkat tinggi, maksudnya panas ketika  balapan.

Lanjut ke perbandingan rasio untuk gigi I pakai rasio 17/29 mata, gigi II : 20/28 mata, gigi III : 24/std mata, gigi IV : 23/std mata, gigi V  dan VI : standart. Kemudian disempurnakan dengan final gear 13/36. Magnetnya masih pakai standarannya dan masih menganut sistem AC. Ini jaga-jaga agar aki tidak mati ketika motor mau start. Untuk koilnya Yong pakai comotan dari Yamaha YZ85. sementara untuk CDI-nya pakai punya Suzuki RC100.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here