Home Balap Motor Eksperimen Yamaha Oryza Pada Proliner Dorong Syamsul Arifin Ke Grid Kedua MP2

Eksperimen Yamaha Oryza Pada Proliner Dorong Syamsul Arifin Ke Grid Kedua MP2

557

rodabalap.com – Langkah berani dilakukan tim Yamaha Yamalube Oryza Nissin IRC DID IYT pada seri 4 Kejurnas MotoPrix region 2, Jawa. Toh, percobaan di sektor pelepas gas buang yang dilakukan tuner tim  Yamaha Yamalube Oryza Nissin IRC DID KYT, Bima Aditya pada Jupiter Z1 tunggangan Syamsul Arifin, membawa berkah. Cukup 6 putaran dilakukan pembalap akrab disapa Pipin itu untuk merebut waktu tercepat di kelas bergengsi para seeded, MP2. Dua peredam suara alias silencer dari knalpot Proliner yang dipakai, membuat Jupiter Z1 makin seirama gaya balap Pipin.

Pipin mencetak waktu terbaik 50,893 detik untuk melahap sirkuit sepanjang 1.000 meter yang dijejali 11 tikungan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang. Torehan itu memang masih kalah cepat dari best-lap milik Fitriansyah Kete. Tapi, hanya 0,005 detik! Dengan waktu segitu, bisa dibilang Kete dan Pipin sejajar!

“Aku sekarang lebih percaya diri dan nyaman. Dua silencer ini punya karakter berbeda. Dengan setingan sama, yang satu membuat tenaga di rpm atas lebih menggigit. Yang lainnya, sangat bagus untuk akselerasi,” buka Pipin.

Penjelasan Pipin diamini Bima yang juga mantan pembalap. “Knalpot baru dari Proliner membuat saya punya banyak pilihan seting motor, seusai kondisi sirkuit dan permintaan pembalap. Di sini (sirkuit Kanjuruhan, red), Pipin sangat cocok dengan karakter yang menggigit di putaran atas tiap giginya,” ulas mekanik asal Yogyakarta itu.

Ditimpali juga oleh Achos Lalang, mekanik tim Yamaha GHP Kaboci yang mengandalkan knalpot Proliner untuk tunggangan Aldi Satya Mahendra di MP5 dan MP6. “Silencer itu seperti sentuhan akhir untuk performa motor. Buat mekanik, silencer yang pas bisa membuat seting mesin makin sempurna. Saya perhatikan, sirkuit Kanjuruhan ini penuh intrik, Pipin sangat halus mainnya,” papar Achos.

Balik ke hasil kualifikasi yang diraih Pipin. Posisi start di grid kedua membuat joki Yogyakarta ini makin pede bakal memperbaiki posisinya yang kini kelima di klasemen sementara. “Power motor sudah cukup. Aku juga sudah nyaman. Di sini dan sisa seri, aku yakin lebih baik untuk sampai ke final,” tegas rider usia 20 tahun itu.

Buat Bima, pilihan knalpot dari Proliner membuatnya punya kesempatan untuk terus meningkatkan performa mesin Jupiter Z1 pembalap asuhannya. “Dua knalpot baru dari Proliner bisa dimaksimalkan di seri berikutnya di Tasikmalaya,” pungkasnya. *

Previous articleHasil Latihan Bersama Dragbike SSC Racinstrat Extrajoss 28 Juli 2018 Semarang
Next articleHasil Drag Race SSC RacingStart Extrajoss Seri 2 Semarang
Filosofi hidup : Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang