Home Balap Motor Jelang Trial Game Asphalt Round 2 Purwokerto (21-22 Juni) : Tantangan Berat...

Jelang Trial Game Asphalt Round 2 Purwokerto (21-22 Juni) : Tantangan Berat Buat Juara Bertahan TGA 2017 (Doni Tata Pradita)

484

rodabalap.com – Genderang perang segera ditabuh, akhir pekan ini gelaran balap spektakuler berbalut entertainment Trial Game Asphalt 2019 akan memasuki putaran ke-2. Sirkuit nan megah di pelataran GOR Satria, Purwokerto, Jateng, (21-22 Jun). Ya, bisa dipastikan kemampuan rider akan benar-benar diuji di Kota Mendoan nanti. Bukan hanya skill, kesiapan kuda besi pacu juga mesti diutamakan, mengingat ada beberapa bagian trek dengan karakter lurus dan panjang.

Berkaca pada event sebelumnya yang juga dilaksanakan di GOR Satria, lay out sirkuit panjang lintasan mencapai tak kurang dari 850 meter dengan lebar antara 6-10 meter. Kemudian, ada 2 bagian handicap berupa papan jumping yang dipasang di tengah dan 3/4 sirkuit jelang garis finish. Sementara, area paddock para rider berada di sisi sebelah kanan Sasana Krida yang letaknya juga berada di sebelah kanan GOR Satria.

Juara Bertahan TGA 2017 (Doni Tata Pradita)

Jika melihat sejarahnya, pelataran GOR Satria memang acapkali menjadi sirkuit dadakan. Dengan kontur dan kondisi aspal yang halus serta rata, gelanggang olahraga kebanggaan masyarakat Purwokerto itu menjadi langganan kejuaraan-kejuaraan balap level nasional baik roda 2 maupun 4.

Beberapa pebalap beken seperti Doni Tata Pradita, Wawan Tembong, Gerry dan Tommy Salim tentu saja sudah sering kali merasakan aspal Sirkuit GOR Satria Purwokerto. Terakhir kali dihelat di tempat yang sama, GOR Satria Purwokerto, pada 2017 silam, Doni Tata Pradita, pebalap senior asal Kota Yogjakarta mendominasi kelas utama FFA 250.

Saat itu mantan Rider moto2 tersebut memang belum menemui tantangan berarti. Praktis ‘hanya’ Ivan Harry Nugroho dan Muhammad Erfin saja yang mengusik laju Doni Tata. Sedang untuk kelas utama lainnya, Faldhan Novayaser menguasai persaingan di kelas Trail 175 Open.

Pebalap yang datang dari DKI Jakarta itu memenangi perlawanan sengit Nico Andri dan Raden Aludona. Dan untuk kelas Trail 175 Non Pro, Yoga Megantara, pebalap muda berbakat, berhasil keluar dari tekanan duo pebalap senior asal Kota Semarang, M. Effendi Pendoz serta Erick Mejik.

Untuk putaran ke-2 nanti, skema persaingan sudah pasti akan berubah dibanding 2 tahun lalu. Nama-nama seperti Farudilla Adam, Tommy Salim, Raffi G. Tangka dan puluhan rider-rider terbaik yang lain akan menjadi batu sandungan bagi sang juara bertahan, Doni Tata, Faldhan serta Erick Mejik. Belum lagi pendatang baru, si pebalap bule, asal Inggris, Lewis Cornish, yang sudah siap melumat pebalap-pebalap tuan rumah. Ah, bakalan seru dan sengit nih. Nonton ya, 21-22 Juni mendatang di Sirkuit GOR Satria, Purwokerto!

So, jangan lupa, buruan daftar dan saksikan keseruan-keseruan Trial Game Asphalt 2019 putaran ke-2 di Sirkuit GOR Satria Purwokerto pada 21-22 Juni. Pendaftaran paling lambat hingga Rabu, 19 Juni mendatang. Ayo, daftar di www.trialgame.id/daftar sekarang.

Previous articleJelang Kawahara IRC IDC Round 2 Kebumen (22-23 Juni ) : Ayo Lawan…Wiwi Pratiwi Bank BJB GBU RTP6 OP27 Jet Up
Next articleJelang Gass Tipis Championship 2019 Round 1 (22-23 Juni) : Berpindah Ke Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya (Jabar)
Filosofi hidup : Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang