Home Balap Motor Panggil Saya Megatron 5 TP Surya Jati Racing Team

Panggil Saya Megatron 5 TP Surya Jati Racing Team

1610

rodabalap.com – Eiit,,,tenang dulu. Ini hanya sebuah nama buat Jupi 5 TP yang beranung di bawah bendera tim Surya Jati Racing Team Blora. Secara harfiah ‘’Megatron’’ merupakan salah satu nama untuk karakter robot fiksi dari serial Transformers. Sudahlah, kita bukan membahas karakter dari sang tokoh kartun tersebut, tapi kita akan bongkar rahasia Megatron Surya Jati Racing Team yang akhir pekan ini siap melintas di sirkuit non permanen alun-alun Blora, Jateng di kejuaraan grand final Poetra Jaya Open Road Race Championship 2018.

Turun di kelas Bebek  4 Tak Tune Up 125cc Pemula (MP4), Jupi 5 TP  yang mengandalakan kleep dengan diameter klep in 26 mm dan out 23 mm. Katanya dengan ukuran segitu kerja mesin yang berfungsi mengatur buka tutupnya gas bahan bakar bisa menghasilkan kompresi yang maksimal. Bukan hanya efisiensi isi bahan bakar, efesiensi mekanis juga dikejar.

Tidak cukup sampai di sini saja, maka pemilihan piston dengan diameter 55,25 mm termasuk atensi sang mekanik.  Puncak piston  pada saat TMA dibikin hampir sejajar dengan bibir blok silinder. Maksudnya deck clearence piston hanya disisakan 0.05 mm hampir setipis kertas, tapi itulah keyakinan yang selalu dipegang  agar motor melesat meninggalkan lawan.

Penyesuaian paling mendasar terletak  pada perbandingan kompresi. Pilihan perbandingan kompresinya 12:6:1 yang pas dengan knalpot RCB tersebut. Disebut pas, power pada motor ngisi terus. Bila kurang tenaganya loyo, jika lebih ketahan pada motor dipertanyakan. Ditambah lagi sektor pengapian menggunakan CDI Rextor.

Agar putaran mesin gampang dikail, maka penggunaan magnet standar kembali jadi pilihan mekanik, dengan syarat pebalap harus bisa rolling speed dengan benar dan gantung rpm di tikungan. Jika tidak, power agak drop ketika keluar.

Pada bagian  lain agar tunggangan lebih cepat lari dengan menggunakan rasio close. Tenaga mudah diumpan ke gigi lebih tinggi, tanpa rpm terlalu drop. Untuk itu rasio perbandingan gigi 1 (13/36), porsneling  2 (18/28), kecepatan 3 (21/28), sedangkan perbandingan rasio 4(21/25) dengan final gear depan 13 dan belakang 40. Soal perbandingan rasio seperti ini sang joki sudah hapal. Pokoknya, sebelum lewat garis finish, sudah masuk gigi 4.

Ok dech tinggal tunggu pembuktian lebih lanjutnya :

Data Modifikasi :

Karbu = uma 24 mm

Klep= 26/23 mm

Lift klep = 9.3 mm

Seher = uma 55.25 mm

Magnet = std

Cdi = rextor

Knalpot = rcb1

Rasio =1. 13/36 2.18/28 3.21/28 4.21/25

Final gear = 13/40

Shok belakang = yss

Previous articleJelang Final Poetra Jaya Road Race Champ 2018 (16 Des) : Suguhkan Keberagaman Ala Kekinian (Sporteiment)
Next articleJelang Indoclub Championship 2018 Karting Sentul (22-23 Des) : Bersiap !! Yamaha 125 Z Aqiela Motorsport ABRT 20 Kasih Bukti Lanjutan
selama itu bermanfaat dia akan memberi semangat pada orang lain