Polemik Keikutsertaan Aqsal Ilham di MotoPrix Boyolali 2025, Ini Penjelasan Resmi Pimpinan Lomba

RODABALAP.COM ; Kejurnas MotoPrix 2025 seri Boyolali sempat diwarnai dengan kabar miring terkait dugaan pelanggaran teknis yang menyeret nama pembalap seeded, Aqsal Ilham. Isu ini mencuat karena Aqsal diduga tidak mengikuti sesi kualifikasi (QTT) namun tetap diizinkan turun di balapan utama (race). Menanggapi hal ini, pihak penyelenggara melalui pimpinan lomba memberikan klarifikasi tegas.

Saat ditemui dalam pelaksanaan Kejurnas MotoPrix Seri 3 Subang, Tomy Wijanarko selaku pimpinan lomba yang juga menjabat pada seri Boyolali, buka suara.

(kiri) Tomy Wijanarko

Baca Juga : Sentuhan Tangan Dingin Salechong: Benaya Farel Menang Gemilang di Kejurnas Motorprix Boyolali

“Untuk kelas Kejurnas MotorPrix itu kita melalui semua tahapan — latihan resmi, QTT, dan warm up — termasuk Aqsal Ilham dan semua pembalap mengikutinya. Clear, untuk Kejurnas MotorPrix selesai dan tidak ada masalah,” ujar Tomy menjelaskan.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah dugaan bahwa Aqsal Ilham mendapatkan perlakuan istimewa. Menurut Tomy, seluruh proses telah dilalui sesuai prosedur dan tidak ada satu pun pembalap yang diberi pengecualian.

Selain kelas utama Kejurnas, pada seri Boyolali juga terdapat dua kelas tambahan yang dibuat atas dukungan sponsor. Sponsor tersebut memberikan dana sebesar Rp 20 juta, yang dialokasikan untuk Juara Umum A  dan Juara Umum B. Juara Umum A : Kombinasi dari kelas MP1 dan 3 kelas sporting. Juara Umum B: Kombinasi dari kelas MP2 dan 3 kelas sporting.

Baca Juga : Farel Putra Zaidan Sapu Bersih Podium Pertama di Motorprix Boyolali, Raih 50 Poin Penuh

Terkait mekanisme pendaftaran dan posisi start di kelas sporting, Tomy menjelaskan bahwa semua telah dikomunikasikan secara terbuka dalam briefing peserta.

“Itu sudah ditulis di PUP. Sabtu pagi saya adakan briefing peserta tanpa pengeras suara, langsung dengan pembalap dan manajer. Saya sampaikan bahwa peserta di kelas sporting minim, di bawah lima. Penyelenggara meminta agar pendaftaran kelas sporting dibuka sampai malam. Saya juga sampaikan, kalau nanti ada penambahan peserta, akan kita tempatkan di grid belakang  dan semua setuju, tanpa ada yang menolak,” ungkapnya.

Guna memperjelas dan mempertegas regulasi tambahan tersebut, briefing kembali diadakan pada Minggu pagi dengan menggunakan pengeras suara.

“Tujuannya untuk memperjelas kembali soal kelas juara umum yang memperebutkan hadiah tambahan dari sponsor. Semua pembalap menyatakan setuju dan tidak ada protes,” tambah Tomy.

Setelah race selesai dan hasil sementara diumumkan, Tomy mengaku telah memberikan waktu 30 menit bagi peserta untuk mengajukan protes. Karena tidak ada satupun yang melayangkan keberatan, hasil pun disahkan oleh juri.“Saya umumkan dan saya tunggu 30 menit, tidak ada protes,akhirnya hasilnya disahkan ,” tegasnya.

Related posts

Sadis! Vespa 2-Tak TU 180cc Kuriman Garage Libas Final MCR Kediri, Catatan Waktu Pecah!

Booming! SDC Pemula 2026 Semarang Pecah, Drag Bike Jateng Kembali Bergairah, Mizzle Tire Comeback Penuh Gengsi

Final MCR 2026 Piala Wali Kota Kediri Sukses Digelar, Ratusan Pembalap Ramaikan GOR Jayabaya