Home Balap Motor Power Serba Cepat. Nich,,,Rahasia Bebek 125 cc Putra Wijaya (Gemara 76 Babel)

Power Serba Cepat. Nich,,,Rahasia Bebek 125 cc Putra Wijaya (Gemara 76 Babel)

1543

rodabalap.com – Dalam hitungan dua Minggu kedepan perjalan panjang Kejurnas Supercrosser & Powertrack series 2018 akan berakhir. Pulau Dewata Bali direncanakan akan menjadi persinggahan sekaligus penentu siapa yang akan menyandang gelar Juara Nasional 2018.

Menarik dicermati perjalanan grasstrack luar Jawa. Sebut saja salah satu diantaranya Putra Wijya di bawah bendera tim Gemara 76. Secara kesseluruhan dari tiga kelas Kejurnas Putra Wijaya masih berada diluar top five. Pada kelas Bebek 110 cc menempati peringkat ke 15 dengan point 56 point, kelas sport & trail peringkat ke 7 dengan tabungan point 81 point. Sementara kelas 125 cc berada di posisi ke 8 dengan pundi point 87 point.

Pada sisi lain menarik juga dicermati salah satu motor milik tim Gemara 76 yang mengandalkan mekanik Bung Jhon ini. Pada kelas Bebek 125 cc Open Yamaha Jupiter Z tetap jadi pilihan utama. Dengan  kompresi mesin 12,5 bahan bakar Pertamax Turbo. ‘’Untungnya bahan bakar ini juga bisa diseting sesuai karakter Putra Wijaya. Dalam artian Putra minta power pada motor itu serba cepat. Ubahan mesin yang maksimal di putaran bawah ke tengah. Selain itu tipe pebalap saya adalah tipe pebalap yang enggan menggantung putaran mesin,’’terang Bung Jhons.

Rasio diplot diangka rasio gigi1 (13/34), porsneling 2 (18/32), rasio 3 (Std) dan kecepatan 4 (22/25). katup menggnakan  CBR 250  dan dipermak menjadi 29 mm (in) dan 24 mm (ex). Beratnya perbandingan rasio 1 dan 2 akan mempermudah Putra saat rolling speed di berm. ‘’Atas pertimbangan berat badan putra maka Keihin Sudco PWK 28 mm dengan ukuran Pilot  52 dan main 115. Maka penentuan seting final ringan dengan kombinasi final gear depan 13 belakang 51. Jadi tidak khawatir over power,’’imbuh doi.

Agar makin sempurna melibas sirkuit sok depan dibikin empuk dengan setelan angin pada roda depan 14/13 Pounds per Square (PSI) sedangkan roda belakang 13/12 PSI. ‘’Paking blok hanya pakai setebal 0,2 mm. Sehingga, total mendem jadi 0,6 mm. Sebenarnya pada pacuan balap, clearance segitu kadang riskan terhadap endurance mesin. Biasanya, mekanik bermain di angka 0,8mm-0,9 mm,’’imbuh mekanik yang sejak tahun 2013 hingga awal tahun 2018 mengadu peruntungan di arena balap Sumetera tepatnya di Bangka Belitung.

Terkait efek power mesin yang dominan bergasing di 4000 – 6000 rpm, maka timing pengapian dari CDI Vortex. Ok deh, selamat berjuang dan semoga bisa meraih hasil yang maksimal.    SenandunG

Previous articleJelang IndoClub Championship Round 3 Jabar : Delly Permana Pilih Absen. Ini Penjelasannya…
Next articleJelang Jateng Race Series Round 4 Jepara (23 Sept) : Berikut Lay Out Sirkuit Jl. Pemuda
selama itu bermanfaat dia akan memberi semangat pada orang lain