Putra Keitaro Tutup Musim Kompetisi Dengan Dua Kemenangan

RODABALAP.COM ; Bukan main, ilmu menghitung korekan Imam Combet Kulonprogo pada mesin Bebek 116cc Tune Up Underbone.Secara keseluruhan peserta yang hadir di final Kejurprov Casytha Manahadap Road Race Championship 2023 Karanganyar, sudah rata. Tinggal mekaniknnya pintar mengatur mesin, jadi tidak  ada lagi cerita si ini pake ini, si itu pake itu bisa juara.

Menurut pengakuan mekanik kunci sebenarnya pada pacuan Yamaha FIZ R tunggangan Riski KN peraih podium ke-3 dibawah bendera tim Putra Keitaro Privater Haya Hua dan Andrean membela tim Pindad Racing Team Feat Putra Keitaro menaiki tangga podium ke-5, terletak pada set-up karbu, red-valve, knalpot dan pengapian.

Baca Juga : Mybest Road Race Jayapura : Kopastama RT Papua Turunkan Darlen Ohe Didikan Octvz Racing School. Tarung 13 Kelas

Untuk perangkat Karburatornya menggunakan KRJ  28. Mengimbangi asupan bahan bakar dalam posisi stasioner sampai RPM menengah dan atas, maka ukuran pilot jet menjadi 45, sedangkan main jet 140. Itu tadi rumusan yang efektif dalam mensuplai gas aktif di ruang bakar. Tidak kering dan tidak basah.

Lebih lanjut, dijelaskan  manifoldnya dan alurnya pada ruang kruk-as. Intinya dibuat terarah hingga padat merayap. Temasuk pula upaya mencoak pantat piston oversize 100. Nah, untuk lubang transfer dan port-exhaust dibikin 41 mm dan buang 26. Karakter tenaganya dijamin bengis di RPM atas. Makin sepsial ketika dikombinasikan dengan pengapian Special Engine.

Pada ada sisi lain penggunaan red-valve by V-Force3 juga membantu tekanan bahan bakar. Hubungan mesra antara red valve V-Force3 dengan kompresi primer ala 2-tak dipastikan membuat aliran gas aktif pada ruang bakar menjadi lebih berisi, proses kompresi makin yahud menghasilkan tenaga.

Baca Juga : Jelang Road Race Tugu Muda Semarang : Citra Farma Dodok Children RT Pekalongan Kembali Boyong Willy Hamer

Tdak ubahnya dengan ilmu mekanik yang lain, maka lubang transfer dan bilas hanya dipoles dikit. Alur derajat lekukannya yang masih tetap bawaan pabrik, tapi lubang-lubangnya mengarah pada squish. Sebab disanalah uap pembakaran akan diantar ke kubah head-cylinder. Itu sama artinya setelah diledakkan di ruang bakar, gas yang telah terbakar akan cepat dibuang.

Tentu saja, setelah dikompresi dari ruang pembakaran, maka pemampatannya mengandalkan area squish dengan lebar 7 mm, nat 0,5 mm dan kubah 14 derajat. Ini rumusan yang sudah melalui proses ujicoba berulang kali. Bahkan ratusan kali berdasarkan masukan rider.

Lalu bagaimana dengan perbandingan rasionya? Untuk perbandingan rasio 1 ada diangka 13-37, lanjut persneling 2 dengan kombinasi  17-30, rasio 3 perbandingan 19-25, ditutup dengan percepatan 4 yang 22-23. Semua ini bermuara pada final gear 13-42 yang sangat efektif mentransfer tenaga ke roda.

‘’Untuk knalpot kita menggunakan Creampie Muffler Yogyakarta dan suspensi disuport oleg AGS Suspension,’’terang Imam Combet.

Semua data  diatas konfirmasi dan  pengakuan langsung tuner yang memang sudah beberapa kali di up sama RB. Jadi bukan sekedar berita siapa juara dan hasil lomba saja. Harus ada invesitgasi mendalam.

Related posts

Sadis! Vespa 2-Tak TU 180cc Kuriman Garage Libas Final MCR Kediri, Catatan Waktu Pecah!

Booming! SDC Pemula 2026 Semarang Pecah, Drag Bike Jateng Kembali Bergairah, Mizzle Tire Comeback Penuh Gengsi

Final MCR 2026 Piala Wali Kota Kediri Sukses Digelar, Ratusan Pembalap Ramaikan GOR Jayabaya