RODABALAP.COM ; Di tengah kerasnya persaingan dunia balap motor nasional yang kerap didominasi para pria, Sapi Edan Racing muncul sebagai sosok pemberani yang menolak tunduk pada arus. Dalam Kejurnas Motoprix 2025 Seri 4 di Sirkuit Gokart Boyolali, tim ini menjadi sorotan besar. Bukan karena strategi teknis atau setup mesin yang unik — tapi karena komitmen luar biasa mereka dalam menjaga keberlangsungan kelas wanita.
Tak tanggung-tanggung, empat pembalap wanita sekaligus diturunkan oleh Sapi Edan Racing, menjadikannya tim dengan partisipan terbanyak di kelas tersebut. Sebuah langkah nyata yang menunjukkan bahwa tim ini bukan sekadar ikut balapan, tapi membawa misi besar untuk menghidupkan semangat balap di kalangan perempuan.
Baca Juga : Sapi Edan RT Is Back di Kejuaraan Nasional Motorprix Regional B
“Kami memang sejak awal berkomitmen untuk terus menghidupkan kelas wanita. Kalau bukan kita yang menjaga, kelas ini bisa hilang. Padahal banyak potensi besar dari pembalap perempuan. Makanya kami turunkan pembalap sebanyak ini, supaya kelasnya tetap ramai dan punya daya saing,” — Ipin, Owner Sapi Edan Racing.
Ucapan Ipin bukan sekadar retorika. Sejak berdiri, Sapi Edan Racing dikenal sebagai tim yang punya visi kuat: membuka jalan dan kesempatan bagi para rider wanita untuk tampil, bersaing, dan diakui. Dalam setiap event, mereka hadir bukan untuk mencari sensasi, melainkan menanamkan makna perjuangan dan kesetaraan.
Baca Juga : Sapi Edan RT Is Back di Kejuaraan Nasional Motorprix Regional B
Di tengah suara deru mesin dan aroma bensin, para pembalap wanita Sapi Edan Racing tampil penuh semangat. Mereka melibas tikungan dan menantang waktu dengan determinasi tinggi — membuktikan bahwa keberanian dan kemampuan tidak mengenal jenis kelamin.
Melihat konsistensi luar biasa itu, Sapi Edan Racing memastikan akan tetap fokus di kelas matic wanita untuk musim 2026. Bagi mereka, ini bukan sekadar pilihan, tapi sebuah tanggung jawab moral untuk menjaga agar kelas wanita tak sekadar eksis, tapi terus berkembang dan diperhitungkan di level nasional.
“Kami ingin kelas wanita tetap hidup. Kami ingin generasi muda perempuan punya panggung di lintasan,” tambah Ipin dengan tegas.