RODABALAP.COM ; Di dunia balap bebek tanah air, shockbreaker belakang sudah mengalami perkembangan teknologi yang luar biasa. Para mekanik dan tim balap seakan berlomba-lomba mencari suspensi terbaik untuk menunjang performa motor.
Teknologi fork belakang di balap bebek boleh dibilang maju pesat. Dari era “kancil nyolong timun” sampai si kancil minta dibelikan roti, teknologi ini berubah signifikan. Padahal, dalam dinamika balap yang semakin kompetitif, performa fork seharusnya mendapat perhatian lebih.
Baca Juga : Juara di Blora, KP Suspension Jadi Kunci Sukses di Sirkuit Non Permanen
Namun, kejutan datang dari gelaran Kejuaraan Daerah Road Race Boyolali akhir pekan lalu. Momen langka terjadi di kelas Bebek 2 Tak Standar 116cc Expert, ketika KP Suspension berhasil menyabet tiga posisi podium sekaligus—sebuah prestasi yang jarang terlihat di kancah balap regional.
Akbar, pembalap dari tim Kawahara PE246 Adukah H2O, yang sukses merebut podium pertama. Hafid, dari tim Youngstar HJS Subur Jaya Kayla Lavida Juns80, mengamankan posisi kedua. Sakti Andre, mewakili tim Osaka Motor Alpacino R-Jety Juns90 MCR, berhasil finis di posisi kelima.
Baca Juga : KP Suspension Bersama Roni Pinguin Raih Juara Umum
Prestasi ini membuktikan bahwa KP Suspension tidak hanya bermain di nama, tetapi juga unggul dalam kualitas dan konsistensi performa. Ini bisa jadi titik balik untuk tim-tim lain agar mulai melirik kembali pentingnya setup shockbreaker.
Dengan adanya perkembangan seperti ini, semoga dunia balap bebek Indonesia bisa lebih seimbang dalam hal inovasi dan teknologi, baik depan maupun belakang.