RODABALAP.COM ; Gelaran SuperChallenge SuperPrix 2026 dipastikan bakal tampil lebih megah dan berbeda dibanding musim sebelumnya. Setelah melewati rangkaian penyelenggaraan sepanjang tahun 2025, kini pihak penyelenggara mulai membuka sedikit bocoran mengenai konsep baru yang akan diterapkan tahun depan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bos Genta Auto & Sport, Mariachi Gunawan dan Ivan Harry, yang menegaskan bahwa format balap musim depan akan menghadirkan kejutan besar. “SuperPrix 2026 akan lebih spesial, lebih mantap dan pasti lebih ramai,” ungkap Ivan Harry dengan optimis. Ada dua poin utama yang membuat SuperPrix tahun depan dipastikan berbeda dan semakin menarik.
Baca Juga : Podium Dramatis M Rovic di Final Superchallenge Superprix 2025: Rem Belakang Blong Saat Balapan
Hadiah Tambahan untuk Juara Umum Per Seri. Artinya, pembalap punya peluang mendapatkan penghargaan di tiap putaran tanpa harus menunggu final championship. Strategi ini diyakini bakal meningkatkan tensi persaingan sejak putaran pertama.
“Jadi tahun depan kita akan memberikan hadiah juara umum per seri, selain hadiah juara umum semua seri,” jelas Ivan.
Kelas Underbone 2 Tak 130 Resmi Jadi Kelas Utama. Kejutan kedua datang dari pilihan kelas. Kelas Underbone 2 Tak 130 (UB130) resmi masuk sebagai kategori utama musim depan. Keputusan ini bukan tanpa alasan—kelas ini dikenal sebagai salah satu kelas paling ramai peminat, teknis, dan kompetitif, dengan tim-tim besar yang benar-benar all-out dalam riset motor.
Baca Juga : Persaingan Ketat di Final Superprix 2025 Boyolali, Siapa Calon Juara?
“Selain itu, kelas Underbone 2 Tak 130 jadi kelas utama sesuai aspirasi tim,” tambah Mariachi Gunawan.
Kembalinya era 2-Tak sebagai kelas prestisius dinilai menjadi langkah positif bagi pertumbuhan balap nasional, mengingat populasi motor, mekanik spesialis, serta gengsi kategori ini masih sangat kuat di Indonesia.