RODABALAP.COM ; Dunia drag bike Indonesia bersiap memasuki era baru menjelang musim 2026. Meski regulasinya masih dalam tahap finalisasi, sejumlah poin penting telah dipastikan akan berlaku. Komisi Dragbike Indonesia menyatakan bahwa perubahan tersebut dirancang untuk menciptakan kompetisi yang lebih merata, terukur, dan memberi ruang bagi lebih banyak tim agar dapat bersaing secara sehat di lintasan.
Selama ini, banyak aturan teknis drag bike nasional mengikuti standar Thailand, terutama dalam hal penggunaan bahan bakar beroktan tinggi. Namun, mulai tahun 2026, standar tersebut resmi berubah.
Baca Juga : Polemik Keikutsertaan Aqsal Ilham di MotoPrix Boyolali 2025, Ini Penjelasan Resmi Pimpinan Lomba
“Tahun 2026 kiblat-nya tidak lagi mengikuti Thailand. Kita punya peraturan sendiri dalam hal penggunaan bahan bakar,” tegas Tomy Wijanarko selaku Ketua Komisi Dragbike Indonesia. Pernyataan tersebut sekaligus menandai langkah besar menuju kemandirian regulasi drag bike nasional.
Salah satu keputusan paling krusial adalah penetapan penggunaan bahan bakar RON 98 sebagai standar wajib untuk semua tim dan kelas. Artinya, bahan bakar populer seperti VP Fuel atau M Fuel dengan nilai oktan 109 yang sebelumnya diperbolehkan, tidak lagi dapat digunakan.
Baca Juga : Semarang Gelar Dua Event Balap Drag di Awal Tahun 2025, Apa Saja !!!
“Saya sudah berbicara dengan tim-tim besar dragbike Indonesia dan mereka setuju dengan aturan wajib penggunaan bahan bakar RON 98. Ini dengan maksud dan tujuan agar tim-tim kecil bisa ikut bersaing,” jelas Tomy Wijanarko.
Langkah ini dinilai dapat menekan gap anggaran antar tim, sekaligus mempermudah standarisasi performa dan pengawasan teknis.
Tidak hanya soal teknis bahan bakar, struktur kelas juga mengalami pembaruan. Dua kategori resmi ditambahkan sebagai kelas poin untuk musim depan, yaitu: Bebek 4T 200cc Tune Up dan Sport 2T 155cc Tune Up.
Dengan sejumlah perubahan tersebut, Drag Bike Indonesia 2026 diprediksi menjadi musim yang penuh tantangan, namun sekaligus lebih menarik dan kompetitif bagi pembalap, mekanik, maupun penonton. Regulasi final dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat. Namun satu hal jelas: drag bike Indonesia kini melangkah menuju arah yang lebih seragam, terjangkau, dan profesional.










