Home Balap Motor Final Kawahara IRC IDC Series 2018 : Cerita Pinggir Lintasan Kelas Sport...

Final Kawahara IRC IDC Series 2018 : Cerita Pinggir Lintasan Kelas Sport 2 Tak 155 CC Tune Up

590

rodabalap.com – Meski sudah berlalu, kisah event dragbike Kawahara IRC Inonesia Dragbike Championship 2018 yang berlangsung di Lanudgading Wonosari, Yogyakarta beberapa waktu yang lalu, tetap saja menarik untuk diulas. Salah satunya adalah perjalanan Ninja Tune Up YPM55 Militan Creampie Racing Start Kenda peraih podium pertama kelas Sport 2 Tak 155 CC Tune Up.

Mengandalkan joki Ivan Bangun Kawasaki Ninja dengan torehan waktu 06.883 detik ini berpatokan pada  ukuran-ukuran lewat angka. Apalagi mekanik tahu apa yang joki mau. Misal tinggi lubang buang yang digali sampai 28.5 mm dari bibir silinder yang aslinya 34 mm. Itu berarti  sudah tercukur 5,5 mm. Kombinasi tinggi lubang buang berkaitan satu sama lain. Yang terdekat adalah knalpot. Desain dan volume pipa knalpot menentukan. soal ukuran-ukuran volume knalpot seperti diameter perut 41 mm,  diameter saringan 27,5 mm dan panjang silencer 28 cm.

O iya,  bila bicara soal silencer yang panjang biasanya diikuti dengan diameter agak kecil.  Karakter seperti ini  bagus untuk RPM menengah sampai atas, semakin panjang silencer akan semakin tinggi juga topspeed yang akan diraih. Sebaliknya bila silencernya pendek, biasanya diameternya juga agak lebih besar maka karakter silencer ini bagus buat akselerasi atau mantap di RPM bawah sampai menengah saja sedang topspeednya sedikit berkurang.

Dari informasi yang diterima dari mekanik yang terlihat sibuk saat perlombaan , bahwa perbandingan kompresi dibikin tinggi di angka 14,5. Semua itu demi power yang kuat agar joki nyaman mengeksekusi start. Pengabut bahan bakar menggunkan PWK41 dengan ukuran pilot jet 60 dan main jet 170. Yang penting kecepatan laju bahan bakar dari karbu ditingkatkan dengan reed valve V-Force3.

enggunaan rasio standar ini bisa dilacak pada perbandingan final-gear. Kelihatannya enteng dengan 13-38 atau sangat ringan dibanding lawan-lawannya. Tapi ingat, Batank start pakai gigi dua loh, bukan satu. Sebagai pembanding, para mekanik banyak mengadopsi beberapa alternatif final gir seperti 14-36, 15-38 dan 13-36. Jika dihitung koefisiennya, dijamin Ninja dominan warna Hjau ini punya hasil lebih besar. Ditunggu rekor fantastis berikutnya.

Previous articleJelang Grand Final Trial Game Dirt 2018 Temanggung : Cukup Finish Diurutan Ke-2 M. Arjun Juara Umum
Next articleJelang ”Indonesian Supercross International Championship Round Two” Siap Hebohkan Kota Cianjur
Filosofi hidup : Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang