RODABALAP.COM ; Francesco “Pecco” Bagnaia, pebalap berbakat berusia 26 tahun, telah membuat gebrakan dalam dunia balap motor dengan meraih dua gelar juara dunia MotoGP di usianya yang masih muda.
Namun, ambisinya tidak berhenti di situ. Ia tergoda untuk mengejar prestasi yang lebih besar dengan menjadi pebalap pertama yang dinobatkan sebagai juara dunia di kedua kelas utama balap motor: MotoGP dan World Superbike (WorldSBK).
Baca Juga : Jorge Martin: Penantang Serius Gelar Juara Dunia MotoGP 2023 Menuju Tim Pabrikan Ducati
Bagnaia, yang saat ini membela tim Ducati, tidak hanya mengejar kesuksesan pribadinya di MotoGP, tetapi juga menyadari potensi untuk meraih gelar di WorldSBK. Ducati, yang telah menikmati dominasi di kelas tersebut dengan dua gelar beruntun bersama Alvaro Bautista, memberikan motivasi tambahan bagi Pecco.
Dalam wawancaranya, Bagnaia mengungkapkan ketertarikannya pada sejarah balap motor dan kebiasaannya untuk mengkaji statistik dan angka di akhir musim. Ia bahkan menyebut bahwa Wikipedia adalah salah satu sumber informasi yang sering dia konsultasikan.
“Saya memikirkannya sesekali,” ujar Bagnaia. “Saya suka melihat angka dan statistik di akhir musim, Wikipedia adalah halaman yang sering saya konsultasikan! Saya juga ingin menang di Superbike, tapi masih ada waktu.”
Pernyataan tersebut menggambarkan ambisi dan semangat Bagnaia untuk menciptakan sejarah baru. Keinginannya untuk mencoba menjadi raja di dua kerajaan balap motor yang berbeda menambah daya tarik dalam karirnya. Dengan dua gelar MotoGP di bawah namanya dan dukungan penuh dari tim Ducati, Pecco Bagnaia tampaknya siap untuk mengejar impian besar ini.