RODABALAP.COM ; Pada gelaran Kejurprov Casytha Manahadap Road Race Championship 2025 putaran kedua yang berlangsung di Kajen, Kabupaten Pekalongan, sebuah kejutan besar datang dari dunia balap motor.
Di antara tim-tim balap yang sudah berpengalaman, muncul sebuah tim baru yang tidak kalah menarik perhatian yakni hadirnya Bima Racing Team dari SMK Bima Pemalang. Keikutsertaan tim ini membawa harapan baru, bukan hanya untuk dunia balap, tetapi juga untuk pengembangan pendidikan teknik sepeda motor di SMK Bima Pemalang.
Baca Juga : Road Race 2023 : Silaturahmi Ke B-Pazz Malah Dapat Support Knalpot B-Pazz Beserta Pengembangannya
Pada ajang bergengsi tersebut, Bima Racing Team tampil dengan pembalap andalannya, Bowo Pete, yang turun di kelas Bebek 4 Tak 130cc Exrider. Tidak disangka, Bowo Pete berhasil meraih podium keempat, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim yang baru pertama kali ikut serta di Kejurprov. Prestasi ini tentunya memberikan kesan mendalam, tidak hanya untuk tim, tetapi juga bagi dunia pendidikan di SMK Bima Pemalang.
Manager Bima Racing Team, Wahyudi, S.Kom, mengungkapkan bahwa keberadaan tim balap ini memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar ikut berkompetisi. Lahirnya Bima Racing Team dari SMK Bima Pemalang adalah sebuah langkah strategis untuk mempromosikan sekolah dan mengembangkan jurusan teknik sepeda motor yang ada. SMK Bima tidak hanya fokus pada pengajaran mesin sepeda motor konvensional, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa-siswi untuk mendalami dunia balap motor serta teknologi yang digunakan pada motor balap.
“Tim balap motor sekolah ini adalah sarana untuk mengembangkan minat dan bakat siswa di dunia balap. Kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk belajar langsung tentang mesin balap dan memberi mereka pengalaman yang akan sangat berguna ketika terjun ke dunia industri,” ujar Wahyudi.
Tidak hanya soal keikutsertaan dalam ajang balap, Bima Racing Team juga bertujuan untuk memberikan pembelajaran yang lebih luas dan mendalam kepada para siswa.
Tim ini menjadi wadah yang memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengalaman praktis yang tidak hanya berkaitan dengan teknik mesin, tetapi juga tentang pengaturan tim, strategi balap, dan keselamatan berkendara. Hal ini penting, mengingat dunia balap motor memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi teknik maupun keselamatan.
Melalui tim ini, SMK Bima juga berupaya untuk mengurangi bahaya balap liar, yang sering menjadi masalah di kalangan remaja. Dengan memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara dan mempromosikan balap motor yang legal dan terorganisir, SMK Bima berharap bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap dunia balap, yang sering kali dipandang negatif.
Keberhasilan Bima Racing Team di Kejurprov Casytha Manahadap Road Race Championship adalah bukti bahwa SMK Bima Pemalang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengedepankan praktik langsung dalam bidang keahlian yang diajarkan. Program ini membuka peluang baru bagi siswa untuk tidak hanya sekadar menjadi mekanik motor, tetapi juga siap terjun dalam dunia balap motor profesional yang membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang lebih spesifik.
“Partisipasi Bima Racing Team adalah solusi awal bagi kami untuk lebih mengangkat eksistensi SMK Bima Pemalang di dunia balap motor. Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah kami tidak hanya mencetak siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga siap mengembangkan bakat-bakat di dunia olahraga balap motor,” tambah Wahyudi.
Ke depan, SMK Bima berharap bisa terus memberikan pembelajaran yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan dunia industri dan teknologi otomotif. Dengan adanya tim balap motor ini, SMK Bima Pemalang menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan kejuruan dapat berkolaborasi dengan dunia industri untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai.