RODABALAP.COM ; Dalam ajang kejuaraan balap motor yang berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir pekan kemarin (14-15/10), tim balap JW 23 Racing Team HorisonĀ dengan mekanikĀ Jawa Timur (Jatim) muncul sebagai dominator utama, mengukir prestasi gemilang di berbagai kelas, termasuk di kelas bebek 2 tak standar 116cc.
Satu nama yang mencuri perhatian dalam kejuaraan ini adalah Benaya Farel, seorang pembalap asal Sragen. Kehadirannya secara tak langsung membuatnya menjadi incaran tim balap terkenal yang berasal dari salah satu pulau NTT, yaitu Pulau Komodo.
Ini sekaligus pembuktian bahwa tidak hanya pembalap asal Jogja atau Jawa Timur yang memiliki banyak pembalap berbakat, melainkan Jawa Tengah yang sedang menjadi pilihan utama baik untuk saat ini maupun di masa depan.
Dalam kelas bebek 2 tak standar 116cc, Benaya Farel berhasil mengukir prestasi gemilang dengan finis di urutan pertama. Kemenangan ini tentu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap berbakat dari Jawa Tengah. Pada kelas bebek 2 tak standar 125cc, tim tersebut memilih untuk menggunakan motor dengan kapasitas mesin 116cc yang standar.
Meskipun menghadapi beberapa kendala, seperti masalah pada selang bensin yang tersumbat, mereka tetap mampu meraih podium pertama. Ini adalah bukti kemampuan dan dedikasi mekanik asal Pacitan dalam menghadapi berbagai tantangan, bahkan ketika mereka bersaing di kelas dengan mesin yang lebih besar.
Tak hanya itu, pada balapan ini, terjadi momen luar biasa di mana motor racikan suami dari pembalap Laras, yang juga berasal dari Jawa Timur, berhasil berada di posisi terdepan. Hal ini terjadi pada lima lap menjelang berakhirnya balapan, menunjukkan bahwa ketangguhan Yamaha FIZR SRC Reborn Pacitan tidak diragukan lagi.
Keberhasilan ini memberikan dorongan semangat bagi pembalap-pembalap muda dan mekanik di wilayah tersebut dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di luar pulau dengan prestasi yang sangat mengesankan. Kejuaraan motor di NTT telah menjadi panggung bagi perjuangan dan keberhasilan mereka.
