RODABALAP.COM ; Besar atau kecilnya sebuah sirkuit balap di Jawa Tengah ternyata tidak cukup hanya mengandalkan gelaran balap resmi. Di luar agenda kejuaraan yang telah terjadwal, keberadaan komunitas motor menjadi salah satu faktor penting yang menjaga aktivitas dan keberlangsungan sirkuit sepanjang tahun.
Komunitas motor memiliki basis anggota yang jauh lebih besar dibandingkan jumlah pembalap aktif. Hal inilah yang membuat sejumlah pengelola sirkuit dan Racing Organeizer mulai memanfaatkan kegiatan komunitas sebagai upaya untuk menjaga sirkuit tetap hidup dan ramai dikunjungi.
Baca Juga : Wawan Tembong Juara Bebek 2T Standart 125cc Ex Rider di TMRRC 2026 Boyolali, SAE Racing Team Tampil Dominan
Berbeda dengan dunia balap yang memiliki jumlah peserta terbatas, komunitas motor terdiri dari berbagai kalangan pecinta otomotif yang secara rutin mengadakan kegiatan, mulai dari gathering, track day hingga fun race. Kehadiran mereka mampu menghadirkan suasana yang tetap bergairah meskipun tidak sedang berlangsung kejuaraan resmi.
“Dalam setahun paling hanya ada beberapa kali dibuka kelas komunitas. Balapan ini bukan untuk kompetisi. Lebih kepada senang-senang saja sambil menantang adrenalin,” ujar Candra Gunawan, Manajer SAE Racing Team.
Baca Juga : SAE Racing Team Bersinar, Umar Bule Pimpin Kualifikasi Bebek 4T Standar 150cc Beginner di Boyolali
Menurutnya, kegiatan fun race menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk menarik minat komunitas datang ke sirkuit. Selain memberikan pengalaman berkendara yang aman di lintasan balap, kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi antar pecinta otomotif.
