RODABALAP.COM ; Gubernur Jateng Drag Bike 2026, resmi digelar di Sirkuit Non-Permanen (NP), Jalan Menteri Supeno, Manahan, Kota Surakarta, Minggu (6/9/2026).
Gelaran ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan, ketepatan dan kecepatan para dragster, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kompetisi yang resmi, aman dan terarah bagi para pembalap.
Aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan balap lurus tersebut. Arif Yulianto atau yang lebih dikenal luas dengan sapaan Arif Gonteng menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap event balap.
“Ajang drag bike ini dituntut keterampilan, ketepatan, kecepatan, tetapi yang paling utama adalah keselamatan. Sehingga keselamatan diutamakan, jangan sampai nanti kegiatan ada human error yang mengakibatkan yang tidak diinginkan,” ujar Arif Gonteng .
Baca Juga : Gubernur Jateng Dragbike Championship 2026 Kantongi Izin, Safety Lintasan Diperkuat
Menurutnya, penyelenggaraan balap di lintasan resmi menjadi langkah penting untuk memberikan wadah bagi para pembalap sekaligus mengarahkan aktivitas balap agar berlangsung dengan standar keamanan yang lebih baik.
SHA selaku panitia penyelenggara juga dikenal memberikan dukungan terhadap perkembangan sport tourism serta pembinaan dragster muda di berbagai kegiatan otomotif dan balap motor.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk ikut mendorong lahirnya pembalap-pembalap muda yang memiliki kesempatan berkompetisi di arena resmi, dibandingkan menyalurkan aktivitas balap di jalan raya.
Baca Juga : Ketua IMI Jateng Frits Yohanes Raih Tokoh Inspiratif Jateng 2026
Arif Gonteng juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Gubernur Jateng Drag Bike 2026.
Pada sisi lain Tomy Wijnarko menjelaskan, event olahraga tidak hanya berorientasi pada persaingan dan prestasi, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kebersamaan serta persatuan.
“Ini prinsip di mana itu ada suatu event olahraga, di situ ada namanya esprit de corps, kebersamaan di antara kita. Karena olahraga merupakan salah satu sarana dalam rangka persatuan dan kesatuan yang tidak mengenal itu namanya suku, agama, ras maupun faksi antar golongan,” tutur Tomy Wijanarko.
“Di sinilah kita akan timbulkan suatu prestasi dan di Jawa Tengah adalah gudangnya prestasi,” lanjutnya.
Keberadaan event resmi seperti ini sekaligus menjadi momentum untuk memperluas sport tourism, memberikan ruang kompetisi bagi dragster muda, serta membangun budaya balap yang mengedepankan prestasi, sportivitas dan keselamatan.
