RODABALAP.COM : Pada grand final Motoprix 2023 di Sentul International Karting Circuit (SIKC), dua merek racing yang bangga berasal dari anak bangsa, TRAstar dan Koizumi, melambai-lambai sebagai dukungan bagi para wakil terbaik dari 4 region berbeda.
Sebuah kejadian yang menjadi pusat perhatian, terutama dengan kehadiran langsung Teguh Raharjo, pemilik perusahaan yang mengusung kedua merek ini, bersama sang istri.
Baca Juga : AMRF Jatim: Pilar Sukses Benaya Farel Meraih Juara Umum Pemula di Casytha Manahadap Road Race 2023
Teguh Raharjo bukanlah sosok baru dalam dunia balap. Sebaliknya, beliau seringkali hadir di berbagai event balap, bahkan menghabiskan waktu akhir pekan penuh pada bulan November lalu di event balap berkelas Nasional.
Yang menarik, TRAstar dan Koizumi, meski terdengar seperti dua entitas terpisah, sebenarnya adalah bagian dari satu perusahaan di bawah kepemilikan Teguh Raharjo dan sang istri.
Baca Juga : Kasal Cup JC Supertrack Championship 2023 : Spesial Brand Koizumi Dan TRAstar Berada Ditengah Lintasan
Kedua merek ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menghasilkan produk berkualitas tinggi untuk memenuhi kepuasan konsumen. Hasilnya, bukanlah hal yang mengherankan jika banyak pelanggan yang awalnya sekadar pelanggan, kemudian menjadi konsumen tetap setia kedua brand ini.
TRAstar dan Koizumi bukan hanya berfokus pada aspek komersial. Mereka memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan balap motor di Indonesia. Dukungan mereka bukan sekadar semangat, tapi juga bagian dari sumbangsih nyata untuk kemajuan balap di tanah air.
“Motoprix adalah event bergengsi, tradisi kejuaraan balap nasional ini harus dilanjutkan. Karena memang ini bagian daripada jenjang karir pembalap, makin banyak jam terbang plus suasana yang berbeda, maka pembalap akan makin matang. Saya salut dengan perjuangan tim-tim yang berasal dari luar pulau, karena saya sendiri tau bagaimana rasanya berjuang, berangkat dari pulau A ke pulau B, dan sebaliknya,” ungkap Teguh Raharjo.
Pernyataan ini mencerminkan pemahaman mendalam Teguh Raharjo akan tantangan yang dihadapi pembalap, terutama mereka yang harus menempuh perjalanan jauh dari satu pulau ke pulau lainnya. Pengalamannya sendiri memberikan sudut pandang yang bernilai tentang seberapa beratnya perjuangan para pembalap.
TRAstar dan Koizumi tidak hanya sekadar merek, melainkan bagian dari komunitas balap di Indonesia. Keberadaan mereka tidak hanya menguntungkan dari sisi komersial, tetapi juga membawa semangat positif untuk meningkatkan standar balap motor di tanah air.
Semoga keberadaan mereka terus menjadi pilar dalam mendukung kemajuan dan keberlanjutan dunia balap motor di Indonesia.

