RODABALAP.COM ; Yamaha FIZR peraih podium pertama kelas bebek 2 tak standart 125cc lokal Karesidenan Pekalongan, menurut Bang Nur mekanik dan juga owner dari BNR Muffler Tegal, sebagai mesin yang sederhana. Tapi, telah menjadi fokus riset yang memakan waktu lama.
Dalam pencariannya untuk meningkatkan kinerja mesin ini, rupanya pemilik bengkel yang beralamat di Jl. Blanak No.8 Kota Tega, menemukan bahwa berbagai faktor, terutama pisau bubut, yang berperan penting dalam hasil akhirnya.
“Meski dengan perbandingan kompresi sama, tetapi bubutan head beda, hasilnya juga lain,” kata mekanik memainkan angka kompresi 13,4.
Lanjut ke tinggi lubang buang dikisaran 1,8 mm dan melebarkan sisi kanan dan kiri kepala silinder sebesar 2,3 mm di setiap sisinya. Hasil penyesuaian ini menciptakan model oval yang terbukti menjadi yang terbaik untuk tipe sirkuit pantai Widuri Pemalang.
Perlu diingat model seperti ini memiliki keuntungan debit gas buang tetap stabil selama proses kompresi, yang merupakan hal penting dalam mesin 2-tak.
‘’ Agar power tersalur sempurna di gasingan menengah atas, perut knalpot keduanya disusut 18 mm dan dipadu leher knalpot 30mm serta pengapian orsi F1Z R Full Clutch,’’imbuh bang Nur.
Untuk rasio 1 memainkan angka 13/34, kecepatan 2 ada di 16/28, rasio 3 tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yakni 1/25 dan rasio 4 klop dengan permintaan Satya Ryan yaitu 25/27, kemudian disemprnakan dengan final gear 13/39.
Oya, ini motor akan kembali memanaskan lintasan di babak pamungkas Java Grand Prix 2023. Good Luck.
D 14 N









