RODABALAP.COM ; Dunia kampus identik dengan kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, balap motor dikenal sebagai olahraga yang mengandalkan kecepatan, strategi, serta keberanian para pembalap di lintasan.
Meski terlihat bertolak belakang, kedua dunia tersebut ternyata dapat dipadukan menjadi sebuah kegiatan positif yang mampu melahirkan prestasi sekaligus menyalurkan hobi generasi muda secara aman dan terarah.
Baca Juga : SAE Racing Team Bersinar, Umar Bule Pimpin Kualifikasi Bebek 4T Standar 150cc Beginner di Boyolali
Gagasan tersebut disampaikan oleh Dr. Anton Respati Pamungkas, SE, MM, MH, Wakil Rektor II Universitas Dharma Adi Unggul Birawa Surakarta, saat menghadiri gelaran Tolak Miskin Road Race Championship (TMRRC) 2026 Seri Perdana di Sirkuit Gokart Boyolali. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi memiliki peluang besar untuk ikut berkontribusi dalam pembinaan atlet balap motor melalui kegiatan kemahasiswaan.
Dr. Anton Respati Pamungkas, SE, MM, MH, Wakil Rektor II Universitas Dharma Adi Unggul Birawa Surakarta,
Dr. Anton berharap ke depan Universitas Dharma Adi Unggul Birawa Surakarta dapat memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang olahraga balap motor sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di dunia otomotif.
“Untuk ke depannya Universitas Dharma Adi Unggul Birawa Surakarta diharapkan ada kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang olahraga, khususnya balap motor,” ungkapnya.
Keikutsertaannya dalam ajang TMRRC 2026 Boyolali juga menjadi pengalaman yang menurutnya sangat positif. Ia berharap keterlibatannya di event tersebut dapat memberikan inspirasi bagi para pecinta balap motor, khususnya peserta kelas Sunmori, untuk menyalurkan hobinya melalui kompetisi resmi di sirkuit, bukan di jalan raya.
Baca Juga : Benaya Farel Tampil Tercepat di Kualifikasi Bebek 2 Tak 116cc Tune Up Underbone TMRRC 2026 Boyolali
Menurutnya, mengikuti balapan resmi jauh lebih aman karena seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan penyelenggara dengan standar keselamatan yang memadai. Selain menjadi ajang kompetisi, road race juga dapat menjadi tempat pembinaan bakat sekaligus mempererat silaturahmi antarpecinta otomotif.
“Dengan ikut sertanya saya di Tolak Miskin Road Race Championship 2026 Boyolali, semoga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman pecinta balap motor, khususnya kelas Sunmori, untuk ikut balapan di event yang sesungguhnya karena lebih aman dan terjaga,” jelasnya.
Lebih dari sekadar hobi, Dr. Anton memiliki harapan besar agar mahasiswa Universitas Dharma Adi Unggul Birawa Surakarta nantinya mampu bersaing di dunia balap motor hingga level nasional. Kehadiran UKM balap motor diyakini dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan pembalap-pembalap berprestasi dari lingkungan akademik.
“Saya juga berharap akan ada pembalap dari Universitas Dharma Adi Unggul Birawa Surakarta yang mampu meraih prestasi tertinggi hingga tingkat nasional,” imbuhnya.
Harapan tersebut menjadi sinyal positif bahwa dunia pendidikan dan olahraga otomotif dapat saling mendukung. Dengan pembinaan yang tepat, kampus tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet balap motor yang berprestasi dan mengharumkan nama institusi di tingkat regional maupun nasional.