Superchallenge Superprix Malang 2026 Sukses Digelar, Sirkuit Kanjuruhan Uji Skill Pembalap dan Mekanik

RODABALAP.COM ; Superchallenge Superprix 2026 Seri 3 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 26–27 Juni 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit di lintasan. Karakter sirkuit yang unik justru menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap dan mekanik dalam mempersiapkan motor agar mampu tampil kompetitif sepanjang balapan.

Sirkuit non permanen yang memiliki panjang sekitar 900 meter tersebut dirancang dengan total 11 tikungan, terdiri dari tujuh tikungan kiri dan empat tikungan kanan. Layout yang padat membuat setiap pembalap dituntut menjaga ritme sekaligus menentukan racing line yang presisi di setiap putaran.

Baca Juga : SAE Racing Team Jadikan Superprix Malang Bekal Menuju Hasil Lebih Baik

Selain konfigurasi tikungannya, tantangan terbesar datang dari kondisi permukaan lintasan yang menggunakan kombinasi aspal lama dan aspal baru. Perbedaan karakter permukaan tersebut membuat grip ban berubah di beberapa sektor sehingga tim harus bekerja ekstra dalam menentukan setelan suspensi maupun pengaturan motor secara keseluruhan.

Mariachi Gunawan dari Genta Auto & Sport selaku Ketua Penyelenggara Superchallenge Superprix 2026 mengatakan, layout sirkuit memang dirancang untuk memberikan tantangan baru bagi seluruh peserta agar persaingan semakin menarik.

“Layout ini sudah kami maksimalkan dengan panjang sekitar 900 meter, dengan lebar 10 meter untuk area start sampai R1, sementara sisanya kombinasi 8 sampai 10 meter,” ujarnya.

Menurutnya, perpaduan tujuh tikungan kiri dan empat tikungan kanan dipilih untuk menguji kemampuan pembalap sekaligus kecermatan tim mekanik dalam menyesuaikan karakter motor dengan kondisi lintasan.

Baca Juga : Pak Ndut Beberkan Racikan Motor Ragazo Kausar di Super Challenge Superprix 2026

“Ada tujuh tikungan kiri dan empat tikungan kanan. Yang membedakan, sebagian lintasan masih menggunakan aspal lama, sementara sebagian lainnya baru selesai diaspal. Kondisi itu membuat setting suspensi menjadi tantangan karena karakter permukaan lintasannya berbeda,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, proses pencarian setup motor menjadi salah satu faktor penentu hasil balapan. Mekanik harus mampu menemukan kompromi terbaik agar motor tetap stabil saat melintasi sektor beraspal lama maupun baru, sementara pembalap dituntut cepat beradaptasi dengan perubahan grip yang terjadi di setiap bagian lintasan.

Related posts

Inisiatif Kapolres Kajen, Kapolres Cup Dragbike Pemula 2026 Jadi Wadah Pembalap Muda

Jelang Bhayangkara Kapolres Cup Dragbike Pemula 2026, Sirkuit Kajen Diaspal Baru

Bhayangkara Kapolres Cup Dragbike Pemula 2026 Jadi Terdekat Sambut HUT Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Pekalongan